Paru-Paru Dunia Sedang Terluka


Pic by AI

Pijarinspirasi.com-Di bumi seribu sungai, sang zamrud pernah bertahta,
Hutan menenun doa bersama angin dan cahaya,
Namun tangan keserakahan menyalakan api di dada rimba,
Mengukir luka panjang pada tubuh ibu semesta.

 

Api datang bagai naga lapar berselimut murka,
Melahap mahkota hijau yang menjaga kehidupan dunia,
Bekantan, sang penjaga rawa dengan wajah penuh makna,
Gugur dalam diam ketika rumahnya berubah menjadi jelaga.

 

Langit Seribu Sungai  mengenakan jubah hitam penuh air mata,
Kabut asap berjalan membawa pesan duka dari rimba,
Paru manusia menjadi ladang perang antara hidup dan bahaya,
Batuk dan sesak menjadi kidung pilu anak-anak bangsa.

 

Malam kehilangan bintang ketika listrik terpejam tanpa aba-aba,
Jalanan dipenuhi barisan panjang pencari bahan bakar yang tersisa,
Rakyat memikul bayang kerakusan yang menjelma kuasa,
Saat alam diperdagangkan sebagai angka dalam singgasana dunia.

 

Wahai bumi Seribu Sungai, jangan padamkan harapan yang ada,
Meski urat nadimu terbakar oleh tangan yang lupa menjaga,
Semoga hujan menjadi jemari langit yang menyembuhkan luka,
Sebab paru-paru dunia sedang terluka, menanti manusia kembali mencinta.


Oleh: Sri Purwanti 

Tanah Bumbu, 20 September 2026


Posting Komentar

5 Komentar

Okti Li mengatakan…
Saya tidak bisa mengartikan secara lebih detail. Yang saya tangkap, ini menceritakan kalau kondisi di tempat kita ini sedang tidak baik-baik saja, ya...

Bencana, akhlak SDM yang semakin bobrok, kondisi alam yang sudah banyak yang rusak, semua itu sedang mengepung kita dari berbagai sisi

Kondisi negara sedang diujung tanduk ini benar kita rasakan. Dan sebagai manusia, walaupun paham mana yang salah dan mana yang benar, tapi kita bisa apa? Para pejabat yang punya wewenang saja ga bisa ambil langkah banyak? Kita bisa apa selain berdoa...
Srie Ummu Kayshwa mengatakan…
Betul Kak, karena keserakahan manusia satwa tidak berdosa pun ikut meregang nyawa. Bukan lagi kehilangan tempat tinggal tapi lebih parah dari itu.
dinda mengatakan…
Aku baca ini jadi beneran ngerasa sedih mbak. Di kalimantan api KARHUTLA belum padam. Belum lagi di gunung semeru juga bergolak. Paru-paru dan semesta sedang berkerja sama mengingatkan manusia.

Berharap ada hujan yang turun di Kalimantan, juga di kawasan lain yang sedang berduka karena bencana. Suka gedeg sma orang-orang yang nggak ada puasnya mengambil semesta, tapi lupa merawat.. :(
Bunda Saladin mengatakan…
Sedihnya ketika kebakaran maka ada banyak korban, mulai dari human, animal, sampai plants. Bahkan asapnya sampai ke negara tetangga.
Semoga semua makin membaik dan teratasi.
nurul rahma mengatakan…
Beneran pedih banget kalau mengikuti berita negeri ini.
semuanya serba bikin nyesek
pemerintah sibuk memperkaya diri sendiri dan kroni-kroninya.
ngga ada muncul kepedulian atau empati.
malah bakar hutan, demi kepentingan mereka sendiri