Sujud di Sepertiga Malam



PijarInspirasi.Com-Kala dunia lelap dipeluk sepi,
Sepasang mata masih enggan terpejam.
Kuketuk pintu langit dengan jemari doa,
Merayu belas kasih Sang Pemilik Semesta.
​Untuk putra-putriku, permata hati,
Semoga keburukan menjauh dan enggan menghampiri.
Baik yang tampak, maupun yang tersembunyi di balik sunyi,
Tetaplah kokoh berjalan di koridor rida Ilahi.

​Dunia ini mungkin terlalu riuh dan berjelaga,
Bagi jiwamu yang masih mencari arah dermaga.
Agar tak hanyut dibawa arus yang menderu,
Atau terhempas angin yang tak tentu arah tuju.
​Ibu percaya, meski raga penuh keterbatasan,
Doa adalah benteng yang melampaui segala kekuatan.
Melindungi kalian dari fitnah dunia yang fana,
Menjaga marwah agar tetap bercahaya.

​Lelah dan kantuk hanyalah harga yang murah,
Demi aliran berkah yang tak boleh patah.
Sebab keselamatanmu adalah detak di nadiku,
Dan kebahagiaanmu adalah napas bagi hidupku.

​Jika esok mentari menyapamu dengan hangat,
Ingatlah ada kekuatan yang hadir lewat munajat.
Sujud panjang di keheningan yang paling dalam,
Adalah pelita yang membimbingmu menembus malam.

​Andai hatimu gundah dan jiwamu mulai resah,
Kutitipkan pesan lewat angin yang berhembus pasrah:
"Tenanglah, anakku sayang, semua akan baik-baik saja,"
Sebab tanpa kau tahu, semesta sedang mendekapmu dengan doa.


Meskipun raga terpisah jarak dan waktu, 
Semoga pesan ibu tetap sampai kepadamu.

Tanah Bumi Bersujud, 8 April 2026
Sri Purwanti 

Posting Komentar

0 Komentar