Peluk yang Tak Sampai

Ilustrasi AI

PijarInspirasi.Com-Di sudut kamar yang sunyi,
Aku kerap menata sebuah nama,
Nama yang tak pernah terpanggil oleh lisan,
Namun bergema riuh di dalam dada.
​Engkau adalah bayangan yang betah menetap,
Putra kecil yang tak pernah ada dalam dekap.

Aku melihatmu dalam tetes-tetes hujan,
Atau pada tawa anak tetangga di seberang jalan.
​Raga kita tak pernah bersentuhan,
Hanya jemariku yang sibuk meraba udara.
Membayangkan betapa hangat kepalamu di bahu,
Atau betapa kuat genggaman kecilmu padaku.

​Duniaku memang tak ditakdirkan memilikimu,
Tapi hatiku tak pernah berhenti mencarimu.
Meraba dalam pekatnya malam, 
Bercengkrama dengan keheningan,
Karena satu-satunya caraku untuk memelukmu,
adalah dengan melipat tangan dan memejamkan mata.
​Sebab hanya di dalam doa,
Kau nyata, hadirmu terasa, 

​Ada rindu yang tak perlu kehadiran raga untuk menjadi abadi,
Ada kasih yang tidak harus terbalas agar tetap bersemi,
Cukup dengan doa, jarak antara dunia dan angan menjadi tiada.
Cukup dengan doa, sekat-sekat akan terkikis habis.

Bahagiaku sederhana,
Bisa memeluk bayanganmu di tengah keheningan malam,
Bisa bercengkrama dengan wujud yang tak pernah nyata,
Mengabadikan kebersamaan kita lewat tarian jemari,
Memahatnya dengan barisan aksara 

Meskipun peluk tak pernah sampai,
Namun rindu akan tetap terpintal rapi.
Kasih akan tetap terajut sempurna.

Bumi Bersujud, 12 April 2026

Ummu Kayshwa 

Posting Komentar

21 Komentar

  1. mereka lah nanti yg jadi penjemput orangtuanya di pintu surga :)...

    BalasHapus
  2. Peluk yang kau kirim
    Lewat do'a teriring
    Tiba mengetuk pintu surga

    Ku kirim pesan lewat tawa
    Sebagai penawar rindu di dada
    Ku kirim cinta lewat hujan
    Agar basah bumi tempatmu berpijak,
    Menyampaikan rasa yang tak lagi berjarak.

    BalasHapus
  3. insyaAllah jadi tabungan ortunya ya Mba
    bakal menyambut di pintu jannah-NYA
    semogaaa bisa kumpul dengan bahagia bareng ya

    BalasHapus
  4. Walau tak bisa memeluk erat, tapi Insya Allah ikatan batin itu akan tetap ada. Insya Allah akan segera mendapat gantinya, Mbak. Aamin.

    BalasHapus
  5. Aku selalu bilang begini pada adekku yang memiliki nasib yang sama
    Sekarang sudah setahun tak lagi bisa memeluk anaknya
    Pergi asbab sakit tetapi saya percaya Allah sudah persiapkan agar mereka berdua sudah punya tiket surga kelak
    Mereka mungkin saat ini sedih, tetapi aku selalu yakinkan bahwa perjalanan mereka ke surga sudah ada jalan tolnya

    BalasHapus
  6. Sebuah doa yang indah dan juga cukup jelas meminta kepada Yang Maha Kuasa untuk menyampaikan kepada yang sudah tidak tercapai lagi dan Percayalah kalau Tuhan sayang dengan semua mahluk-Nya. Dan semoga diijabah

    BalasHapus
  7. Sediiiih bacanya mbak, hiks hiks.
    Keinget istriku pas baru banget abis lahiran sesar anak. Di ruang tunggu itu ada pasien lain, sebelah-sebelahan juga. Istriku segala iseng basa-basi, "lahiran juga mbak?"
    Dijawab, "Ngga mbak, kuret..."

    Seketika langsung hening.

    BalasHapus
  8. Aku pernah di posisi ini juga mba. Sedihnya berasa banget. Walau skr dah bisa Nerima dan ga nangis lagi. Kehilangan anak, pastilah sedihnya beda. Kdg kita berharap duluan meninggalkan dunia, tp saat dikasih cobaan kehilangan anak, rasanya dunia berasa ikut hancur.

    Yg menghibur hati, kita yakin anak2 itu pasti surga jaminannya, dan pasti mereka gembira bermain di atas sana ❤️

    BalasHapus
  9. Walau secara zahir ia tiada
    Tapi ia abadi dalam kenangan kita
    tak pernah putus dalam setiap rapalan doa
    semoga suatu saat bersua di indahnya surga

    BalasHapus
  10. Kehilangan memang akan meninggalkan jejak kesan
    Tinggallah sebuah rasa yang menyeruak bernama kerinduan
    Begitulah pepatah yang selalu mengarak, di mana ada pertemuan akan diiringi dengan perpisahan.
    Semoga di pertemuan kekalnya nanti akan menerbitkan senyuman

    BalasHapus
  11. Pemilihan kata-katanya begitu lembut tapi langsung menusuk ke dada. Membaca bait demi baitnya membuat saya ikut merasakan betapa dalamnya kerinduan dan keikhlasan seorang ibu atas "peluk yang tak sampai" itu.
    Hebatnya, Kak ummu berhasil mengubah rasa kehilangan dan ruang hampa menjadi untaian doa serta aksara yang begitu abadi.

    BalasHapus
  12. Ya Allah, sedih banget bacanya. Pilihan kata yang digunakan sangat powerfull sekali dan ngena sampai ke hati. Insha Allah kelak bertemu di surgaNya 😇

    Pasti sangat rindu banget. Peluk virtual, Mbak.

    BalasHapus
  13. Sedih
    Memang tidak ada duka yang paling dalam, selain orang tua yang kehilangan anaknya

    BalasHapus
  14. Eh ini fiksi atau cerita pribadi sih kak? Kata2nya puitis tapi do'anya begitu realistis.

    Smg perjuangan kak Srie menempuh garis dia segera terlaksana. Emg ga mudah menemukan rezeki itu. Kita sdh berusaha tapi tetap Tuhan yg akan memberikan jawabannya.

    Mgkn ini sbuah ujian yg hrs kita Terima. Tinggal kita memantaskan diri utk bersiap menyambutnya. Atau malah kita tdk akan diberikannya. Tapi tetap menguji kesabaran dgn smua rintangannya.

    BalasHapus
  15. Peluk jauh buat mbak... Sedihnya kerasa banget karena aku juga pernah mengalami kejadian serupa. Semoga mbak diberi kekuatan melalui semuanya. Meski tentu saja tidak mudah.

    BalasHapus
  16. Mbaak...baca puisi ini ya Allah jadi flashback saya kuret 4 kali🥹...Bismillah ya mbak...semoga Allah mengganti yang pergi, insya Allah anak anak yang tidak sempat didekap akan jadi tabungan untuk masuk surga.Aamiin ya Allah...🤲

    BalasHapus
  17. Aku tiap kali membayangkan kehilangan anak itu pasti nangis duluan huhu. Orang tua yang kehilangan anaknya itu nggak bisa digambarkan sih kerinduannya gimana pasti berat banget

    BalasHapus
  18. Inna lillahi wa inna lillahi raji'un.
    Mengutip kata dr. Gia.. kalau anak kehilangan Ayah, namanya "Yatim", anak kehilangan Ibu namanya "Piatu... Namun, tidak ada satu kata pun yang bisa menggantikan seorang Ibu yang kehilangan anaknya.

    ...and it's true.
    Tapi janji Allah pasti. Anak-anak suci yang belum punya dosa ini akan menjadi syafaat untuk kedua orangtuanya, kelak.. di surga.
    Amiin allahumma amiin.

    BalasHapus
  19. Aduh2 aku ikutan baper jadi keinget saat lahiran anak kedua, anakku langsung masuk NICU nggak bisa langsung kupeluk.
    Udah ovt macem2 alhamdulillah masih dikasi kesempatan memeluk ketika anaknya udah sehat.
    Kehilangan karena kematian orang yang disayangi emang nggak bisa dilukiskan, cuma iman aja pegangan buat tetap bertahan sih ya :(

    BalasHapus
  20. Tuhan telah menyiapkan kado terindah bagi orangtuanya, teriring doa untuk ananda, doa mbak terwakili memeluknya
    Peluk dari jauh ya mbak

    BalasHapus
  21. Puisinya terasa dalam banget dan menyentuh, terutama tentang rindu yang hanya bisa dipeluk lewat doa. Sedih tapi juga ada rasa ikhlas yang pelan-pelan hadir.

    BalasHapus