Peluk yang Tak Sampai

Ilustrasi AI

PijarInspirasi.Com-Di sudut kamar yang sunyi,
Aku kerap menata sebuah nama,
Nama yang tak pernah terpanggil oleh lisan,
Namun bergema riuh di dalam dada.
​Engkau adalah bayangan yang betah menetap,
Putra kecil yang tak pernah ada dalam dekap.

Aku melihatmu dalam tetes-tetes hujan,
Atau pada tawa anak tetangga di seberang jalan.
​Raga kita tak pernah bersentuhan,
Hanya jemariku yang sibuk meraba udara.
Membayangkan betapa hangat kepalamu di bahu,
Atau betapa kuat genggaman kecilmu padaku.

​Duniaku memang tak ditakdirkan memilikimu,
Tapi hatiku tak pernah berhenti mencarimu.
Meraba dalam pekatnya malam, 
Bercengkrama dengan keheningan,
Karena satu-satunya caraku untuk memelukmu,
adalah dengan melipat tangan dan memejamkan mata.
​Sebab hanya di dalam doa,
Kau nyata, hadirmu terasa, 

​Ada rindu yang tak perlu kehadiran raga untuk menjadi abadi,
Ada kasih yang tidak harus terbalas agar tetap bersemi,
Cukup dengan doa, jarak antara dunia dan angan menjadi tiada.
Cukup dengan doa, sekat-sekat akan terkikis habis.

Bahagiaku sederhana,
Bisa memeluk bayanganmu di tengah keheningan malam,
Bisa bercengkrama dengan wujud yang tak pernah nyata,
Mengabadikan kebersamaan kita lewat tarian jemari,
Memahatnya dengan barisan aksara 

Meskipun peluk tak pernah sampai,
Namun rindu akan tetap terpintal rapi.
Kasih akan tetap terajut sempurna.

Bumi Bersujud, 12 April 2026

Ummu Kayshwa 

Posting Komentar

0 Komentar