Cas Cis Cus Semanis Banana Cake




Pijarinspirasi.com-
Aroma manis adonan panggangan dan legitnya saus karamel langsung menyambut begitu pintu kaca Hy Dessert Cafe terdorong ke dalam. Selepas Magrib pada 21 Agustus lalu, sudut kafe di Batulicin ini tidak sekadar menjadi tempat singgah untuk menikmati camilan. Karena uangan bernuansa hangat itu mendadak penuh dengan dengung obrolan ceria, tawa renyah, dan keberanian yang menyala dari puluhan mak dan mba yang ingin melangkah agak jauh dari zona nyaman.



Malam itu, saya dan Claudia melangkahkan kaki ke sana dengan semangat yang sama ingin melenturkan lidah agar lebih fasih melafalkan kosakata asing. Kami ini sahabat beda generasi karena Kak Clau panggilan sayang saya untuk Claudia adalah teman SD sulung. Tapi karena sulung saya boarding jadI ada acara dan perlu bawa anak remaja pasti Clau atau Kak Nina yang saya bawa. Bukan untuk menggantikan yang jauh dari pandangan, tapi sama-sama mengisi ruang kosong yang tercipta di antara kami. He...he... jadi melow.

Baiklah kembali lagi ke Hy Dissert, sebenarnya lama sekali saya mencari komunitas bahasa Inggris di sini ya tepatnya sejak 2011 silam, tapi ternyata belum ada. English Community indo juga baru berusia seminggu, karena meet up perdana malam Sabtu pekan lalu, dihadiri lima orang, termasuk founder.

Keinginan untuk bisa cas cis cus berbicara bahasa Inggris kerap terbentur rasa ragu atau takut salah grammar. Namun, kehadiran English Community Batulicin seolah meruntuhkan dinding kecemasan tersebut. Komunitas ini diinisiasi oleh Mbak Vina, sosok ramah yang juga merupakan pemilik Hy Dessert. Beliau sengaja menyediakan wadah sekaligus ruang nyaman bagi siapa saja yang tergerak meningkatkan kemampuan komunikasi mereka.

Ini merupakan pertemuan kedua, tetapi antusiasmenya terasa begitu hidup. Sekitar dua puluh peserta berkumpul di meja panjang. Menariknya, pesertanya sangat beragam, mulai dari remaja putri, perempuan muda, hingga para ibu rumah tangga. Pemandangan para emak yang duduk berjejer sambil membuka catatan kecil dan berusaha menyusun kalimat demi kalimat memberi energi tersendiri. Di sini, usia bukan batasan untuk terus belajar hal baru.


Sesi latihan dirancang sangat interaktif dan jauh dari kesan kaku ruang kelas formal. Kami diajak berdiskusi santai lewat permainan peran dan pertanyaan pemicu yang menggelitik pikiran. Salah satu topik yang mencuri perhatian malam itu adalah dilema klasik memilih banyak uang atau memiliki banyak kawan. Ketika giliran saya tiba, tanpa ragu saya memilih opsi kedua, memiliki banyak teman.

Bagi saya, hidup bergelimang harta tanpa ada jiwa lain untuk diajak berbagi rasa hanya akan melahirkan kesepian yang hampa. Sebaliknya, memiliki jejaring kawan yang tulus dengan rezeki yang cukup justru membuat hari-hari terasa lebih berwarna dan kaya makna. Pandangan ini ternyata memicu obrolan yang kian hangat di meja kami, melahirkan tawa serta anggukan setuju dari peserta lain. Meski kadang masih terselip jeda untuk memikirkan padanan kata yang tepat, semua orang saling menyimak tanpa sedikit pun tatapan menghakimi.

 Suasana suportif seperti inilah yang membuat rasa percaya diri tumbuh alami. Ngomongnya tentu bukan pakai Bahasa Jawa atau Bahasa Banjar, but in English. Asli ngakak sudah sedewasa ini (bukan tua ya🫢) ternyata lidah kembali terbata-bata karena jarang dilatih. Dulu sebelum punya twins masih rajin ngomong sendiri di depan cermin, tapi sejak dapat mainan baru berupa baby twins, akhirnya kebiasaan ngomong sendiri teralihkan.



Proses belajar yang seru itu kian sempurna berkat suguhan manis khas Hy Dessert. Di hadapan saya, segelas minuman brown sugar dingin bersanding manis dengan sepotong banana cake yang lembut dan legit. Setiap suapan kue pisang yang sedap diselingi tegukan manis dingin, seolah menjadi bahan bakar terbaik untuk menjaga pikiran tetap segar sepanjang sesi berbicara.



Pertemuan malam itu terasa berlalu begitu cepat. Sebelum beranjak pulang, saya sempat mengabadikan potongan tawa, suasana hangat kafe, serta kebersamaan kami ke dalam cerita Instagram. Unggahan tersebut bukan sekadar dokumentasi visual biasa, melainkan pengingat kecil bahwa proses bertumbuh selalu terasa menyenangkan jika dilalui bersama lingkaran orang-orang yang saling mendukung. Melalui komunitas kecil di sudut Batulicin ini, kami tidak hanya mengasah kecakapan berbahasa, tetapi juga merajut silaturahmi yang menghidupkan rasa percaya diri.

Perjalanan kami tentu masih panjang dan jauh dari kata sempurna, selama napas masih berhembus proses belajar akan tetap berjalan. Proses cas cis cus ini ternyata manis sekali, bukan hanya karena ditemani minuman atau kudapan yang bergula, tapi karena ada teman-teman lintas generasi yang bersedia tumbuh bersama. Tapi ada yang merasa "paling" dibandingkan dengan yang lain.

Tanda jejak malam itu, jadi mengingat bahwa usia bukan batasan untuk mengejar ketertinggalan. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan?


Posting Komentar

21 Komentar

Seruu loh ikutan komunitas bahasa begini mba. Krn memang bahasa itu yaaa harus dipraktekin trus, ga cukup cuma belajar teori. Dan dengan adanya komunitas , bisa makin melatih kita utk terbiasa ngomong. Ga usah pikirin grammar , kita aja yg ngomong bahasa Indonesia suka berantakan juga kan 😂.

Yang penting mah, orang yg diajak bicara paham. Bule2 itu juga ngomongnya ga sesuai grammar kok 😁. ..
HazinMaLeo.blogspot.com mengatakan…
komunitas semacam ini perlu terus dilestarikan karena bisa memberikan iklim berkemajuan, apalagi jika punya bidang peminatan yang sama yaitu penguasaan dalam bahasa inggris. tapi memang percakapan manis semacam ini tidak hanya berlaku saat jamuan sedang berlangsung, melainkan terus berkelanjutan sampai di ruang-ruang virtual sekalipun.
Rizky Kurnia Rahman mengatakan…
Sekarang memang banyak banget sih aplikasi belajar Bahasa Inggris. Biasanya, pertamanya gratis, setelah itu berbayar.

Namun, berada di komunitas macam begini jauh lebih menyenangkan, karena bertemu dengan manusia langsung. Namanya manusia, 'kan memang makhluk sosial, jadi lebih bagus bertemu manusia lain, bukan sekadar layar HP atau malah HP tanpa layar. Rusak berarti?
Okti Li mengatakan…
Sama seperti saya kadang ada keinginan untuk bisa cas cis cus berbicara bahasa Inggris tapi ada saja halangan nya
Termasuk perasaan gak pede rasa ragu atau takut salah grammar.
Senang ya kalau di Batulicin ada English Community Batulicin.

Salut juga dengan sosoknya pendiri komunitas nya yaitu Mbak Vina. Udah ramah, punya Hy Dessert. Berbaik hati juga menyediakan wadah sekaligus ruang nyaman bagi siapa saja yang tergerak meningkatkan kemampuan komunikasi
Dee_Arif mengatakan…
Sepakat kak! Usia bukanlah penghalang saat ingin belajar hal baru. Kalau mau lancar bahasa Inggris, emang paling benar langsung praktik seperti ini ya. Bergabung dalam komunitas yang saling mendukung
Antung apriana mengatakan…
mbak dirimu ekstrovert ya kayaknya orangnya soalnya aktif banget berkegiatan. seru sih aku juga pengen ikutan klub bahasa inggris begini tapi kadang suka minder karena biasanya pesertanya jauh lebih muda
rejekingalir.com mengatakan…
Menginspirasi semangat nya Kak Srie agar terus belajar. Jangan risaukan usia yang matang, tapi jadi enggan belajar, malah harus terus dipacu lagi, terlebih belajar bahasa ini bareng komunitas yang saling mendukung pula. Lanjutkan Kak, sampai ke tingkat puncaknya
Bunda Saladin mengatakan…
Semangat yaa, belajar itu tidak ada batas expired-nya kok. Apalagi kalau english pasti kepake banget. Misalnya pas kita traveling ke luar negeri.

Speaking itu modal keberanian (dan saranku banyakin listening dari lagu / film juga), gak usah terlalu takut salah ngomong atau grammarnya belum betul. Percaya diri aja dulu. Justru native speaker mengapresiasi kalau kita berani ngomong english.
Yuni Bint Saniro mengatakan…
Cas cis cus semanis banana cake kirain apaan. Ternyata ada sesi pertemuan dengan komunitas bahasa inggris biar bisa latihan dan ngomongnya jadi cas cis cus.

Lokasinya bikin semangat. Sama ikutan komunitas begiini tuh kayak menambah dopping semangatt belajar juga kan ya
Ria Tumimomor mengatakan…
Belajar bahasa asing itu memang paling efektif kalau dipakai berbicara dengan orang lain. Pasti pas mau bicara, otak kita loading dulu berusaha mengingat kata2 yang seharusnya diutarakan. Asik sekali kegiatan komunitasnya. Walau tadi saya sempat salah fokus, mengira artikelnya bakal tentang masak karena baca judulnya :)
AlineaLala mengatakan…
Setuju banget Mbak. Belajar itu nggak ada batasnya, selama kita menjadi manusia wajib belajar. Termasuk bahasa inggris pun. Bahasa itu, kalau nggak sering di pakai emang balik lagi kagok, kaku, banyak lupa.

Seneng deh bisa ikutan kelas dan pertemuan kedua di English Community Batulicin apalagi ditemani sama dessert dan minuman yang enak juga. Makin komplit. Terpenting yang hadir sama-sama mau belajar dan saling menghargai meski beda generasi. Semangat terus ya belajar bahasa inggris nya. Bahasannya pun menarik tuh mbak.
Ariefpokto mengatakan…
Nah Bagus nih belajar bahasa dengan langsung dipraktekkan sehingga bisa benar-benar memahami dan juga merasakan bagaimana bahasa itu digunakan dan ini sangat penting karena bisa mempermudah dan cuma belajar bicara dalam bahasa tersebut tidak hanya diucapkan tapi juga mengerti
Ditopuccino mengatakan…
Ternyata latihan bahasa Inggris bisa sekaligus jadi bahan ngobrol tentang hidup ya mbak.

Kalau begini, mungkin yang perlu dilatih bukan cuma speaking, tapi juga keberanian untuk kelihatan salah di depan orang lain.

Karena kalau nggak pernah berani salah, kapan bisa lancar? Semoga komunitasnya terus tumbuh dan pesertanya makin banyak ya bukan cuma makin cas-cis-cus, tapi juga makin akrab.
Alienda mengatakan…
Ih seru banget Mbaaa.. bisa ngelancarin English bareng gini.. Aku pengen juga deh.. rasanya udah lama banget ga latihan bahasa.. kelu rasanya kalau tiba-tiba ketemu "bule" paling mentok, how r you howdoyoudo.. dulu sempat tinggal satu kos sama bule dan berani casciscus. Tapi ya itu kalau misalnya ga dilatih jadinya kelu ya.. adanya komunitas begini penting juga
Aprillia Ekasari mengatakan…
Wah, ternyata deket sama temen2 anaknya ya mbak, jadi bisa diajakin join ke komunitas English gini :D
Hihihi aku juga lagi belajar Bahasa Inggris lagi mbak, malah anakku yang fasil. Soalnya kalau zaman kita dulu Bahasa inggris cuma dianggap pelajaran sekolah, kalau sekarang sih udah jadi bahasa yang wajib dikuasai gen alpha dalam aktivitas sehari2 hehe :D
Asyik ya bisa lintas generasi gitu pesertanya. Asyik sih biasanya kita yang "senior" ini jadi banyak belajar juga :D
Semoga konsisten ke pertemuannya ya mbak :D
Asri M Lestari mengatakan…
Seru ya ada English Community Batulicin. Di Bandung ada nggak ya? Kalau ada pengin banget ikutan yang begini. Karena bahasa itu nggak bisa sekedar teori, harus dilatih agar semakin lancar. Nah masalahnya, untuk conversation ini nghak bisa sewaktu-waktu dipakai kalau di Indonesia kan. Seringnya lama nggak dipakai terus akku lagi deh. Kalau ada komunitas gini kan enak, setidaknya ada ruang untuk praktik hehehhe... apalagi kalau praktiknya ditemani banana cake. Mantap.
Heni Hikmayani Fauzia mengatakan…
bagus banget ini Komunitas Inggris Batulicin, mengadakan kegiatan untuk belajar Bahasa Inggris tapi serasa bukan sedang belajar. Suasana cair dan hangat,,,jadi belajarnya juga betah,,di cafe lagi....coba di Sukabumi ada komunitas ini, saya ikutan belajar deh
lendyagasshi mengatakan…
Cafenya se-nyaman itu buat kumpul-kumpul yaah..
Bersama komunitas yang tepat, kita bisa mengembangkan skills yang dimiliki untuk masa depan.
Aku uda lama gak ikutan kelas seperti ini.. kuncinya berani yaa, teh.. kudu berani ngomong dan menyampaikan pendapat agar terlatih.
Istiana Sutanti mengatakan…
Ih, aku jadi penasaran, ini di Jakarta ada gak sih? Dan apakah rutin bikin pertemuan juga? Aku juga lagi cari-cari komunitas bahasa inggris yang supportif kayak ginii niih :D
Fera Marentika mengatakan…
setuju sekali dengan kalimat penutupnya, "usia bukan batasan untuk mengejar ketertinggalan. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan?". sy juga sedang mencari komunitas bahasa inggris yang seperti ini. membiasakan english dalam memberikan pendapat, seru sih, lama2 nanti jadi terbiasa sendiri berkomunikasi english. apalagi tempatnya nyaman ya, di cafe seperti ini, kondusif sekali. semoga terus konsisten dan semangat selalu belajarnya.
M.iqbal mengatakan…
Baca ini jadi ikut semangat, Kak. Kadang yang bikin susah ngomong Inggris itu bukan kosakatanya, tapi takut salah duluan. Komunitas yang suportif kayak gini pasti bikin pede tumbuh pelan-pelan. Cerita soal Kak Clau juga hangat, bikin senyum-senyum. Sukses terus buat komunitasnya!