Ngidam pada Wanita Hamil Mitos atau Fakta ?




PijarInspirasi.Com-
Ngidam adalah istilah yang sering kita dengar, terutama dalam kaitannya dengan kehamilan. Banyak orang meyakini bahwa ngidam adalah fenomena yang dialami oleh hampir setiap wanita hamil. 

Kata ngidam banyak dipakai untuk menggambarkan keinginan seseorang mengenai sesuatu hal, entah makanan, benda, kegiatan, dan lainnya yang muncul tiba-tiba dan terkadang sangat kuat. Biasanya, keinginan. Misalnya, seorang wanita hamil bisa tiba-tiba menginginkan makanan yang sangat asam, manis, atau pedas, atau bahkan makanan yang tidak pernah disukainya sebelumnya. Bahkan bisa jadi membenci makanan tertentu yang awalnya disukai. Atau munculnya rasa mual akibat melihat atau mendengar obyek tertentu.

Fenomena ini sering kali menjadi bahan pembicaraan di kalangan masyarakat, dan banyak yang percaya bahwa ngidam merupakan bagian alami dari kehamilan. Namun, ada juga yang menganggap ngidam hanya bentuk cari perhatian (caper).

Banyak pendapat yang beredar di tengah masyarakat terkait dengan ngidam. Beberapa mitos mengatakan bahwa jika seorang wanita hamil ngidam sesuatu, maka bayi dalam kandungan menginginkan makanan tersebut. Mitos lain bahkan menyebutkan bahwa jika keinginan tersebut tidak dipenuhi, bisa berdampak buruk pada bayi atau ibu hamil. Namun, apakah ini benar?

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa ngidam bisa disebabkan oleh berbagai faktor fisik dan emosional. Salah satunya adalah perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan. Hormon-hormon seperti estrogen dan progesteron yang meningkat selama kehamilan dapat mempengaruhi selera makan, menyebabkan wanita hamil ingin makan makanan tertentu yang mungkin tidak mereka inginkan sebelumnya. Selain itu, perubahan fisiologis lainnya, seperti peningkatan kebutuhan nutrisi, juga bisa mempengaruhi keinginan akan makanan tertentu.

Beberapa ahli percaya bahwa ngidam bisa menjadi cara tubuh memberi tahu ibu hamil tentang kekurangan gizi atau kebutuhan nutrisi tertentu. Misalnya, jika seorang wanita hamil ngidam makanan yang kaya akan zat besi, hal itu mungkin merupakan tanda bahwa tubuhnya membutuhkan lebih banyak zat besi. Dalam hal ini, ngidam bisa dianggap sebagai respons tubuh terhadap kekurangan gizi, meskipun tidak selalu demikian.

Namun, ngidam tidak selalu berhubungan dengan kebutuhan tubuh. Terkadang, ngidam juga bisa dipicu oleh faktor psikologis, seperti stres, kecemasan, atau bahkan faktor budaya dan sosial. Beberapa wanita hamil mungkin merasa lebih tenang atau bahagia ketika bisa memenuhi keinginan makan tertentu, meskipun makanan tersebut tidak memiliki kandungan gizi yang signifikan.


Dalam Islam, tidak ada larangan atau perintah khusus terkait dengan fenomena ngidam pada wanita hamil. Islam sangat menghargai kondisi ibu hamil dan janin dalam kandungannya, serta memberikan banyak petunjuk tentang cara menjaga kesehatan selama kehamilan dan kelahiran. Namun, Islam juga menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat, termasuk dalam hal makanan.

Ngidam yang terjadi selama kehamilan pada dasarnya bukanlah hal aneh, atau sekadar cara mencari perhatian (caper). Seperti halnya kebutuhan akan makanan yang halal dan bergizi, ngidam pun bisa dipahami sebagai bagian dari kebutuhan fisik dan psikologis seorang ibu hamil. Namun, Islam mengajarkan untuk tetap menjaga kewaspadaan dalam memilih makanan. Sebagai contoh, ibu hamil dianjurkan untuk menghindari makanan yang tidak sehat atau yang mengandung bahan-bahan yang dilarang dalam agama Islam, seperti makanan yang haram atau meragukan status kehalalannya.

Islam menekankan pentingnya mengonsumsi makanan yang halal dan baik (thayyib). Oleh karena itu, meskipun ngidam adalah hal yang wajar, ibu hamil tetap dianjurkan untuk memilih makanan yang sehat dan bergizi, serta memastikan bahwa makanan tersebut halal. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur'an yang menyebutkan bahwa umat Islam harus mengonsumsi makanan yang halal dan thayyib (baik). Allah berfirman:
 "Hai orang-orang yang beriman, makanlah rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu." (TQS. Al-Baqarah: 172)

Islam juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dalam hidup, termasuk dalam hal makanan. Meskipun ngidam bisa jadi merupakan respons alami tubuh, ibu hamil tetap disarankan untuk tidak berlebihan dalam memenuhi keinginan makan, terutama jika makanan tersebut tidak sehat atau tidak bergizi.

Kehamilan adalah masa yang sangat penting bagi perkembangan janin, dan ibu hamil perlu memastikan bahwa tubuhnya mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Dalam Islam, menjaga kesehatan tubuh adalah suatu kewajiban, sebagaimana disebutkan dalam hadis:
 "Tidak boleh ada bahaya (daripada perbuatan seseorang) pada diri dan orang lain." (HR. Muslim)

Oleh karena itu, jika ngidam mendorong seorang ibu hamil untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan zat gizi penting seperti vitamin, protein, dan mineral, maka itu bisa dilihat sebagai sesuatu yang positif. Namun, jika ngidam mendorong konsumsi makanan yang tidak sehat atau berlebihan, maka perlu ada kesadaran untuk mengontrolnya agar tidak merugikan kesehatan ibu maupun bayi.

Islam juga mengajarkan untuk menghindari segala sesuatu yang bisa membahayakan tubuh. Beberapa makanan yang bisa berisiko bagi ibu hamil, seperti makanan mentah atau yang terkontaminasi, perlu dihindari. Dalam hal ini, meskipun ngidam ada, ibu hamil tetap perlu bijak dalam memilih jenis makanan agar tidak membahayakan dirinya dan janinnya.

Jadi tidak perlu memberikan cibiran atau pasang wajah sinis jika menjumpai ada ibu hamil yang sedang berada dalam fase ngidam. Kehamilan adalah proses yang tidak ringan, jadi alangkah lebih baik jika kita memberikan rasa empati kepada mereka. Sehingga bisa menjalani proses kehamilan dengan lebih menyenangkan tanpa adanya statement negatif dari sekitarnya.

Wallahu a'lam bishawab 

Oleh. Sri Purwanti, A.Md.K.L.
(Founder Rumah Baca Cahaya Ilmu)


Posting Komentar

19 Komentar

Anonim mengatakan…
Cakep
HR Martani mengatakan…
Nantinya menjadi momen tak terlupa, terlepas dari mitos atau fakta karena memang bagi sebagian orang itu terjadi
Ariefpokto mengatakan…
Kalau buat saya Selama ngidamnya masih normal-normal minta makanan yang baik dan Toyib nggak minta yang aneh-aneh tidak ada salahnya dipenuhi karena inilah bentuk penghargaan terhadap wanita hamil supaya kehamilannya terasa lebih mudah dan lancar dan semoga sehat karena proses kehamilan itu panjang dan juga melelahkan
nurul rahma mengatakan…
Namapun manusia, gampil banget buat judging.
Termasuk nge-judge buibu yg lagi hamil.
padahal memang banyak kondisi yg bikin Bumil ngidam.
Sehaaaattt sentosa semuanyaaa
Fajarwalker.com mengatakan…
Kalo saya pribadi sih memang membenarkan bahwa ngidam itu ada, dan efeknya pasti karena perubahan hormon dan faktor psikologis aja.
Soalnya pernah ngalami, pas hamil tuh istri tiba-tiba kepengen beli es duren. Padahal ya, hari-hari biasa dia tuh antiiii banget sama yang namanya duren. Lha ini, kok bisa ujug-ujug mau duren? hahahaha
erykaditya mengatakan…
Kalo menurut aku sie ini lebih ke pengaruh perubahan hormon yang menyebabkan wanita menginginkan sesuatu hal yang spesifik..selama kita masih bisa menyediakannya dan gak aneh2 sie itu hal yang wajar yaa anggap saja sebagai bentuk reward menyenangkan diri sendiri tapi kalo sudah aneh2 ini yang perlu dipertanyakan hehe
Mr. Regen mengatakan…
Jadi inget dulu istri minta ini itu, katanya bawaan bayi, alias ngidam karena mual-mual. Trus dibeliin deh. Pas diperiksa ke dokter katanya ga hamil kok, cuma masuk angin doang :)

Lain waktu alhamdulillah hamil. Ngidam nya pun hampir semua dibeliin karena mintanya ga aneh-aneh, tapi kadang mintanya random banget waktunya, sampai pernah sampai hujan-hujanan nyarinya. Jadi kenangan indah, bela-belain buat ibu hamil dan calon bayi
Bambang Irwanto mengatakan…
Ngidam memang identik dengan wanita hamil. Malah terkadang ada yang ngidam malah suaminya. Terus ibu hamil hatys diusahakan dipenuhi, agar anaknya nanti ga ngiler. Tapi asalkan ngidam yang wajar-wajar saja dan masih bisa dijangkau. Kalau ngidam yang aneh-aneh ya susah juga hehehe
Yuni Bint Saniro mengatakan…
Ngidam itu bukan sesuatu yang masalah ya. Katanya, kalau ibu hamil ngidam dan nggak keturutan bisa bikin anaknya nanti ngileran.

Segala pake ada yang bilang caper segala. Kagak tahu aja gimana nggak nyamannya bumil. Apalagi pas lagi morning sickness. Rasanya kayak apapun tuh nggak enak.

Intinya, selagi ngidamnya bisa dituruti, ya udah sih. Turutin saja. Asal nggak ngidam minta makan bulan dan bintang sungguhan saja. Hehehe....
Aprillia Ekasari mengatakan…
Aku termasuk yang ngidam wkwk.
Anak pertama pengen rambutan, padahal saat itu bukan musim rambutan. Akhirnya nemu di supermarket carefor pada masa itu haha.
Kalau anak kedua aku pengen makan makanan di orang nikahan. Kondangan gituuu. Tapi masalahnya kagak ada yang ngundang.
Sampai akhirnya ada yang mengundang kami bela2in datang jauh2 demi makanan kondangan =))
Yaaa kadang bukan karena fisik penyebabnya, lebih ke psikologis yaa. Aku waktu itu nggak stress sih kyknya, tapi pengen aja =))
Tapi aku nggak percaya kalau nggak terpenuhi ntar anaknya ngiler atau kenapa2.
Yaa murni karena pengen aja =))
Okti Li mengatakan…
Mitis atau fakta kalau pas ngidam, saya ingin naik gunung Rinjani dan Semeru?
Alhamdulillah kesampaian. Bareng Medina Kamil naik Semeru dan di atas gak sangka ketemu Riani Djangkaru juga
Pada masanya Jejak Petualang itu lagi trend banget kan...

Alhamdulillah di Rinjani juga dapat rezeki tidak terduga. Pemuda lokal warga Sembalun dan Senaru ngasih ikan hasil memancing dari Danau Segara anak sampai belasan ekor! Gegara kasihan katanya lihat suami saya yg gak bisa mancing (kepercayaan orang Sunda kalau istri hamil, suami gak boleh nangkap atau bunuh hewan dll)
Sampai anak lahir, laki-laki, usia 6 tahun udah kami bawa muncak di gunung api tertinggi di Indonesia, Kerinci. Alhamdulillah... Sampai sekarang kami pensiun. Haha... Anaknya udah masuk pondok sih
Bunda Saladin mengatakan…
Dulu waktu hamil Saladin, ngidamnya siomay, cokelat, kue lupis. Alhamdulillah masih gampang ditemukan. Tapi dulu itu belum ada gofood jadi bela-belain beli ke pasar / warung untuk beli.

Ngidam tidak masalah asal tidak aneh-aneh. Soalnya daku pernah baca, ada bumil yang sengaja ngidam aneh (misalnya megang artis tertentu), dengan tujuan ngerjain suaminya.
Fenni Bungsu mengatakan…
Entah dibilang mitos atau fakta, menurut daku selama tidak membahayakan ga masalah sih ya. Soalnya keinget kakak daku pernah ngidam dan masih aman, apalagi kalau pas makanannya daku bisa icip juga hihi
Imawati A. Wardhani mengatakan…
Saya sendiri mengalami ngidam waktu hamil anak pertama dan nggak ngidam pas hamil anak kedua. Waktu hamil anak pertama everyday banget saya makannya cuma pecel lele sama nasgor Mba. Nah, pas lahir anaknya beneran mafav alias makanan favoritenya ya pecel lele sama nasi goreng tuh sampe sekarang usianya mau 8 tahun. Haha..

Jadi beneran bawaan bayi atau faktor hormonal ibu hamil aja tuh?
Ditopuccino mengatakan…
Nah makin jelas kan skrg. Nyidam/ngidam tuh cmn mitos. Tp secara ilmiah bs dijelaskan gamblang spt tulisan kakak di atas.

Setuju bgt sih kita hrs ngajarin istri biar makan makanan bergizi wkt hamil. Perbanyak asuoan penting buat ibu dan calon bayi. Lbh baik ga usah diturutin deh kalo istri minta macem-macem yg ga mendukung pertumbuhan gizi ibu dan bayinya.

Tp sbg suami jg hrs ksh dukungan biar mental dan psikologis istri tdk terganggu saat hamil.
dinda mengatakan…
Pas hamil dulu aku ya ngidam sih .. cuma ngidamnya masih dalam taraf yang bisa dipenuhi. Kayak ngidam buah mangga atau semacamnya. Kalau opiniku pribadi lebih ke arah psikologis, kayak misal pengen jalan² ke mana gitu, bisa jadi emang kondisi psikis si ibu yang butuh rehat atau sedang stress hanya tidak tahu bagaimana pengelolaannya. ❣️
Asri M Lestari mengatakan…
Aku percaya sih ngidam itu akibat perubahan hormon dan faktor psikologis. Waktu hamil terakhir masa aku nyium bau mie instan jadi kaya bau pipis. Padahal sehari-hari kan menggugah selera ya 😅

Terus pernah malam-malam pengen makan nasi hangat sama krupuk blek yang putih itu. Kayanya itu efek mual muntah jadi badan pengen makanan sedeehana. Tapi betul sih, tetap asupan nutrisi pada ibu hamil harus terjaga, nggak boleh makan yang berbahaya.
lendyagasshi mengatakan…
Teringat firman Allah di QS Maryam ketika akan melahirkan.
"Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini".

Allah selalu tahu apa yang manusia butuhkan terutama untuk perempuan.
Betapa Allah sayang sama perempuan sampai diminta untuk makan kurma yang bermanfaat, minum air tawar, agar jiwa menjadi tentram dengan kehadiran seorang anak.
Ngidam atau tidak dan dianggap mengada-ada itu terserah saja
Pastinya saya setiap kali hamil sering banget muntah
Sampai meja operasi
Anaknya keluar muntah saya juga hilang
Maunya makan es krim dan jagung saja