Di tengah kegiatan mengumpulkan donasi untuk korban kebakaran di Gang Andalas, percakapan ringan tersebut menjadi kenangan tersendiri. Ada kegembiraan kecil yang tumbuh ketika kami sedang berusaha membantu orang lain menghadapi kesedihan. Otan hadir bersama saya, sementara teman-teman membawa keterampilan menghias tangan dengan henna. Dari hal-hal yang dekat dengan keseharian itulah, kami mencoba mengulurkan bantuan bagi korban yang sedang berusaha untuk pulih.
Ya, kebakaran yang terjadi pada 18 Oktober silam telah menghanguskan 16 rumah. Tentu bukan hanya kerugian materiil yang dirasakan oleh warga, namun juga meninggalkan trauma mendalam.
Mendengar jumlahnya saja sudah membuat hati terasa sesak. Rumah menyimpan begitu banyak bagian kehidupan, mulai dari tempat beristirahat hingga ruang berkumpul bersama keluarga. Kehilangan rumah tentu membawa kesulitan yang tidak selesai hanya dalam sehari. Kami tidak mengetahui seluruh kepedihan yang dirasakan para korban, tetapi ingin ikut meringankan beban mereka.
Keinginan tersebut kemudian menemukan jalannya melalui gagasan sederhana. Kami membuka jasa henna di Bandara Bersujud dengan donasi seikhlasnya. Tidak ada persiapan panjang ataupun rancangan kegiatan yang disusun jauh sebelumnya. Semuanya berangkat dari spontanitas, dari obrolan dan dorongan untuk segera melakukan sesuatu. Intinya sat set ayo budalkan supaya teman-teman yang terdampak bisa segera mendapatkan bantuan. Akhirnya terbentuklah kolaborasi Henna Art Tanah Bumbu dengan Rumah Baca Cahaya Ilmu. Peralatan dan ugo rampenya kami bawa sendiri-sendiri sesuai stok di rumah masing-masing. Meja angkut dari tempat Kak Saf dan dari rumah baca Cahaya Ilmu. Perintilan lainnya saling melengkapi di antara kami.
Jadi siapa pun yang ingin menghias tangannya dengan henna dapat memberikan donasi sesuai kerelaan. Karena kegiatan ini memang ditujukan untuk membantu sesama. Melalui cara tersebut, pengunjung memperoleh kesempatan menikmati karya henna sekaligus berpartisipasi dalam pengumpulan bantuan. Kami pun bisa menyumbangkan waktu dan kemampuan yang dimiliki.
Proses menghenna
Tentu, keinginan baik tetap perlu disampaikan kepada pihak yang mengelola tempat. Kak Saf sebagai koordinator kemudian meminta izin kepada pihak keamanan serta perwakilan paguyuban pedagang di area parkir bandara. Alhamdulillah, kami mendapat tempat untuk berkegiatan. Bagi kami, izin itu sangat berarti. Gagasan yang semula hanya berupa ajakan akhirnya mempunyai ruang untuk benar-benar dilaksanakan.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Ada orang-orang yang membantu dengan memberikan kesempatan, ada yang menyumbangkan tenaga, dan ada pula yang berpartisipasi melalui donasi. Semua mengambil peran sesuai kemampuannya. Dari situ saya merasakan bahwa kegiatan sosial dapat bergerak melalui hubungan yang sederhana, selama ada kesediaan untuk saling mendukung.
Dokumentasi hari pertama dan kedua
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, dimulai selepas Asar. Pada Jumat, saya belum bisa bergabung karena mempunyai agenda sampai malam. Rasanya ingin segera ikut, tetapi ada tanggung jawab lain yang perlu diselesaikan. Baru pada Sabtu dan Minggu saya dapat hadir bersama teman-teman, mengambil bagian dalam kegiatan yang sudah lebih dahulu berjalan.
Anak-anak dapat cincin
Saya datang bersama Otan, boneka bekantan yang biasanya menemani kegiatan mendongeng. Kehadirannya sudah menjadi bagian dari cara saya berinteraksi dan berbagi cerita. Kali ini, Otan ikut menemani kegiatan sosial di bandara. Rupanya ini cukup menarik perhatian anak-anak, sehingga mereka mampir ke stand kami. Setelah melihat di sana ada banyak sekali motif henna mereka pun akhirnya mau dihias tangannya. Apalagi anak-anak yang berhenna dapat bonus cincin lucu dan permen yupi. Dari kegiatan pengumpulan donasi ini kami akhirnya menyadari bahwa hobi bisa kita gunakan sebagai wasilah untuk berbagi. Bukan sekadar mencari cuan sebagai tambahan income.
Lapak kami
Umma, Otan, dan Cikgu Endang
Begitu juga dengan Otan, dia tidak hanya hadir ketika menemani anak-anak belajar dan bermain. tetapi juga bisa dibawa berpartisipasi waktu galang donasi. Dan ternyata kehadirannya memang bisa menarik perhatian apalagi saya memang menggunakan suara khas otan (Jadi mirip emaknya bekantan akhirnya).
Meski begitu, kami memahami bahwa bantuan ini terbatas. Kehilangan yang dialami penghuni 16 rumah tentu jauh lebih besar daripada yang dapat kami kumpulkan selama tiga hari. Namun, keterbatasan itu tidak menghilangkan arti usaha bersama. Setidaknya, kami berupaya hadir melalui sesuatu yang mampu dikerjakan, tanpa harus menunggu memiliki sumber daya yang besar.
Setelah kegiatan selesai, kami bersyukur atas kepercayaan setiap orang yang telah berpartisipasi. Nominal itu merupakan hasil dari kesediaan banyak pihak untuk mengambil bagian. Bantuan kemudian kami serahkan ke posko dan diterima oleh perwakilan kelurahan untuk membantu korban kebakaran Gang Andalas.
Penyerahan donasi
Penyerahan tersebut menutup kegiatan kami, tetapi meninggalkan banyak kenangan yang terus saya bawa pulang. Ternyata, sesuatu yang dilakukan secara spontan dapat terlaksana ketika ada kemauan dan dukungan bersama.
Pengalaman di Bandara Bersujud mengajarkan saya bahwa hobi bisa menjadi jalan menumbuhkan empati terhadap kesedihan sesama. Kita dapat memulai dari hal yang disukai dan keterampilan yang sudah dimiliki. Bagi saya, tiga hari itu meninggalkan pelajaran yang sangat berharga sekaligus bermakna. Karena ternyata kepedulian perlu diberi kesempatan menjadi tindakan tidak cukup hanya sebatas ucapan. Meskipun langkah pertamanya kecil dan lahir tanpa persiapan panjang. Namun ketika kita berani mulai dari langkah pertama ternyata langkah berikutnya terasa lebih ringan.
Terima kasih Kak Safrah, Kak Nurul Sipah, Kak
Ismiatul Latifah, Kak Nadroh, Kak Dina Mardiana, Kak Noorlela Aspiana, Kak
Sitti Salmah dari Henna Art Tanbu atas kebersamaanya yang benar-benar luar biasa. Semoga emak Otan jarinya juga bisa lincah ya jadi nanti pede kalau menghenna.
Oleh: Sri Purwanti
.jpg)






1 Komentar
Kebakaran memang musibah yang bikin terkejut ya, bagaimana tidak semua pasti hilang tanpa bekas, tanpa persiapan. Traumanya pasti dalam banget
Alhamdulillah masih banyak orang baik di sekitar. Dengan keterbatasan dan kelebihan masing-masing. Semua berlomba demi bisa menjalin bantuan. Semoga segala upaya dan ikhtiar jadi amal baik yang pahalanya terus mengalir. Aamiin...